Sabtu, 28 Februari 2026

PAMRIH



Kuhampiri sebuah persinggahan
Memeluk nasibku erat dalam kedamaian

Kulihat dari kejauhan sosok itu
Sosok malaikat kecil bermandikan kebahagiaan

Diri yang kuinginkan dahulu
Hangat yang kudambakan hingga kini

Nyatanya tanpa semua itu
Aku menjadi diriku yang bak seperti lautan dingin nan luas
Memeluk diri dan harapanku sendiri

AKU DAN KEABADIAN



Aku lelah
Aku tak diinginkan
Aku hanya mampu memeluk diriku sendiri
Aku terjatuh
Aku terluka

Tuhan ..... 
Berikan sedikit aku harapan untuk sejenak merasakan rasa untuk diinginkan

Kala itu hatiku diselimuti dingin
Berpadu dengan malam yang kelam
Aku terdiam melihat tetes darah yang mengalir

LURUH



Rasanya baru kemarin
aku mendapati diriku luruh bersama derasnya hujan.
Genangan air seakan ingin menganyutkanku,
membawa pergi sisa kekuatan yang tertinggal.

Saat tersadar,
semua tak lagi kembali seperti sedia kala.
Awan masih mendung, seolah turut berkabung,
menemani nisan yang ternodai warna tanah.
Hujan terus bertetes,
membuat gundukan itu tak kunjung mengering.
© Estehtanpagula
Maira Gall