selama itu kamu,
akan kulakukan.
Mari kembali bertemu,
tanpa perlu perkenalan.
Mari kembali bertemu,
dengan memori—
ke berapa pun
kita pernah berjumpa.
Mimpi Kecil Yang Tidak Dibesar-besarkan
selama itu kamu,
akan kulakukan.
Mari kembali bertemu,
tanpa perlu perkenalan.
Mari kembali bertemu,
dengan memori—
ke berapa pun
kita pernah berjumpa.
belajar menjadi paling diam.
Belajar lebih tahu diri,
belajar banyak
untuk tak lagi berisik.
Kini hidupnya dihabiskan
dalam diam dan termenung,
mendengarkan isi kepala
yang berdesakkan
ingin didengar.
Riuh—
begitu riuh.
yang sempat menjadi segalanya,
lantas menguap—
hilang,
tak lagi terasa.
Berubah menjadi angan
yang harus kupupuk
dalam ingatan.
maka akan kubenci dirimu—
hingga yang tersisa hanyalah amarah
yang kuingat tentangmu.
Sudah puas
menjadikanku
seputus asa ini?
hirup dalam udara ini,
lepaskan segala sesak itu.
Berhenti berusaha sekeras itu—
apa kamu batu?
Kamu hanya seonggok manusia.
Ingat,
berjuang itu ada batasnya.
Jangan menjadi tanpa batas
untuk mereka
yang jelas telah membuat batas
untuk kehadiranmu.
Karena tak semua orang menginginkanmu
sebesar kamu menginginkan mereka.
Kamu adalah wajah terpendam
yang tak ingin kuabadikan.
Menjadi ibu sekaligus pekerja bukanlah hal yang mudah. Setiap hari diisi dengan rutinitas yang padat—mulai dari mengurus anak, menyelesaikan pekerjaan, hingga mengatur kebutuhan rumah tangga. Di tengah semua itu, rasa lelah sering datang tanpa permisi.
Di sinilah hal sederhana seperti menonton drama Korea atau drakor bisa menjadi “tempat pulang” sejenak.
Bagi banyak ibu, waktu untuk diri sendiri adalah hal yang langka. Menonton drakor, meski hanya satu episode, bisa menjadi momen me time yang berharga. Duduk sebentar, menikmati cerita, dan melupakan sejenak tanggung jawab bisa membantu mengisi ulang energi.
Drakor menawarkan cerita yang beragam—romantis, kehidupan, hingga perjuangan hidup. Tanpa disadari, kita ikut terbawa suasana. Ini bukan berarti lari dari masalah, tapi memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat.
Terkadang, menjadi ibu membuat kita menahan banyak perasaan. Lewat drakor, kita bisa tertawa, menangis, bahkan merasa dimengerti. Hal ini bisa menjadi cara sederhana untuk melepaskan emosi yang selama ini dipendam.
Banyak drakor yang menyelipkan pesan kehidupan. Dari sana, kita bisa belajar tentang kesabaran, hubungan, hingga arti perjuangan. Hal-hal kecil ini seringkali memberi semangat baru untuk menjalani hari.
Di balik semua peran yang dijalani, seorang ibu tetaplah manusia yang butuh istirahat dan kebahagiaan. Menonton drakor bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mengingatkan bahwa kita juga berhak merasa senang.
Menonton drakor bukan sekadar hiburan. Bagi ibu bekerja, ini bisa menjadi bentuk self-healing yang sederhana namun bermakna. Tidak perlu lama, tidak perlu mahal—cukup meluangkan sedikit waktu untuk diri sendiri.
Karena pada akhirnya, ibu yang bahagia akan menciptakan keluarga yang lebih hangat.
-estehtanpagula (23 Maret 2026)-