Engkau sang pemberi hidup
dan merenggutnya perlahan dari dada
Engkau yang membolak-balikkan hati,
namun mengapa hatinya tak pernah kembali padaku?
Aku memanggil-Mu dalam sunyi
namun yang datang hanya gema luka
yang terus mengulang namanya
Mengapa Engkau pisahkan kami
jika bukan untuk benar-benar menghapusnya?
Atau aku yang terlalu hina
untuk menerima takdir-Mu tanpa bertanya?
Tuhan,
jika ini adalah akhir yang Kau tulis
maka jangan sisakan apa pun
jangan biarkan aku hidup
dengan separuh hati yang masih mencarinya
Cabutlah rasa ini sampai ke akarnya
biarkan aku kosong
meski harus kehilangan diriku sendiri
Biarlah aku kembali menjadi laut yang tenang tanpa pernah risau akan bayangnya lagi

Tidak ada komentar
Posting Komentar