Kabarnya kini kau menjadi badai dalam dirimu
Awalnya hanya hembusan pelan
Hingga akhirnya
Menjadi angin kencang
Yang memporak-porandakan diriku
Kabarnya waktunya tak lama
Namun sakitnya abadi
Kabar buruknya
Kabar baiknya
Kau bahkan tak tahu sakitnya aku
Kau bahagia di atas sedihku
Seperti angin yang memberi tenaga
Pada badai ribut sepertimu
Aku lelah
Tersisa aku dengan berjuta luka
Sementara kau tetap di sana
Tersenyum
Saat aku harus menangis
Memendam jerit
Demi semua tawa lepasmu

Tidak ada komentar
Posting Komentar