Hari ketika kamu pergi,
pergi yang tak akan mampu lagi kugapai.
Hari itu,
untuk pertama kalinya
aku kembali sendiri di tengah keramaian.
Genggaman hangat itu
perlahan berubah menjadi dingin.
Memori yang dulu hangat
akan usang,
Ingatkan aku…
ingatkan aku
bahwa kamu akan hidup abadi
dalam kenangan.
Hari itu hujan menjatuhiku.
Dalam diam
aku hanya mampu merasakan
sisa-sisa hangatmu.
Yang kemudian hangus
terbawa perapian,
menjadi debu
dan menghilang.
Membawa sisa hidup
yang pernah kujalani dengan baik—
meski tak lama.

Tidak ada komentar
Posting Komentar