namun hatiku layu
tak lagi merekah seperti tahun-tahun sebelumnya
Ke mana aku harus pulang?
Apakah aku masih punya rumah?
Yang tersisa di pandanganku
hanyalah papan nama yang usang
tanpa dekap yang dulu hangat
Aku bahkan mulai lupa—
hangatnya,
wanginya,
suaranya
Tuhan,
di malam dengan gema takdir ini
bolehkah Engkau kembalikan sejenak
kenangan itu?
Hangat itu,
wangi itu,
dan suara yang pernah memanggilku pulang
Tuhan,
izinkan aku untuk tidak lupa
sebab kini hanya kenangan itu yang bisa kupeluk
hanya itu yang masih kumiliki

Tidak ada komentar
Posting Komentar